"Support Selling and Networking"

BELI RUMAH SEKARANG…!!!

Tuesday, September 13th 2016.

BELI RUMAH SEKARANG…!!!

Desain Rumah Minimalis

Bank Indonesia Mengeluarkan Kebijakan Mengenai KPR

Uang Muka (LTV) KPR Turun…!!!

Keluarga Griyaplus, seiring dengan berjalannya waktu dan melihat rencana kedepan mengenai perkembangan jaman, bila Anda mempunyai sumberdaya financial yang memadai maka jangan menunda waktu membeli property , Beli Rumah Sekarang…!!!

Ada beberapa alasan kenapa beli rumah sekarang ;

  1. Harga Property naik setiap tahun rata-rata 20-35% dan bahkan kelas premium bisa naik lebih tinggi yakni antara 60-70 % per tahun,
  2. Suku Bunga Bank turun dan dalam sejarah bisnis property saat ini bunga yang paling menarik,
  3. Diskon harga dari developer mengingat memang disegmen tertentu daya beli masyarakat terhada property turun sehingga developer perlu suntikan pemasukan, dan
  4. Bank Indonesia kembali menyempurnakan ketentuan mengenai Rasio Loan to Value (LTV) untuk Kredit Properti serta Rasio Financing to Value (FTV) untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor turun.

Hal tersebut dilakukan untuk mendorong berjalannya fungsi intermediasi perbankan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan perlindungan konsumen. Penyempurnaan ketentuan dilakukan melalui penerbitan ketentuan baru, yaitu PBI No. 18/16/PBI/2016 tentang Rasio Loan to Value untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PBI LTV/FTV), berlaku sejak 29 Agustus 2016.

Keluarga Griyaplus bisa bayangkan kedepan saat MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dibuka maka persaingan di bursa tenaga kerja akan semakin meningkat menjelang pemberlakuan pasar bebas Asean. Masyarakat Ekonomi Asean tidak hanya membuka arus perdagangan barang atau jasa, tetapi juga pasar tenaga kerja profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan lainnya.

Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari, menjelaskan bahwa MEA mensyaratkan adanya penghapusan aturan-aturan yang sebelumnya menghalangi perekrutan tenaga kerja asing.

“Pembatasan, terutama dalam sektor tenaga kerja profesional, didorong untuk dihapuskan,” katanya.

“Sehingga pada intinya, MEA akan lebih membuka peluang tenaga kerja asing untuk mengisi berbagai jabatan serta profesi di Indonesia yang tertutup atau minim tenaga asingnya.”

Bukan tidak mungkin mereka para pekerja Asing tersebut akan mencari tempat tinggal terlebih bila mereka berasimilasi dengan pribumi sehingga akan mencari property yakni rumah di Indonesia. ini salah satu yang dapat mendorong bergeraknya harga property kedepannya, lalu bagaimana dengan yang menunda membeli property sekarang? Tentu akan menambah biaya pembelian karena harga rumah akan naik yang mungkin tidak diikuti dengan kenaikan pendapatan.

Mengenai penyempurnaan Kebijakan Bank Indonesia untuk KPR kali ini, terdapat 4 (empat) penyempurnaan pokok ketentuan, yaitu:

  1. Perubahan rasio dan tiering untuk Kredit Properti (KP) atau Pembiayaan Properti (PP) untuk fasilitas ke-1, fasilitas ke-2, fasilitas ke-3 dan seterusnya sehingga rasio LTV dan rasio FTV paling besar sebagaimana ditampilkan dalam tabel berikut :

bi

  1. Penyesuaian persyaratan Non Performing Loan (NPL) atau Non Performing Financing (NPF) secara total untuk penggunaan rasio LTV untuk KP dan rasio FTV untuk PP dari gross menjadi net, dengan rincian sebagai berikut :
    1. Rasio Kredit bermasalah dari total Kredit atau rasio Pembiayaan bermasalah dari total Pembiayaan secara bersih (net) kurang dari 5% (lima persen); dan
    2. rasio KP bermasalah dari total KP atau rasio PP bermasalah dari total PP secara bruto (gross) kurang dari 5% (lima persen).
    3. Kredit tambahan (top up) oleh Bank Umum dan Pembiayaan baru oleh Bank Umum Syariah atau Unit Usaha Syariah yang merupakan tambahan dari pembiayaan sebelumnya menggunakan Rasio LTV KP atau rasio FTV PP yang sama sepanjang KP atau PP tersebut memiliki kualitas lancar. Hal yang sama juga berlaku untuk KP atau PP yang diambil alih (take over) dengan kredit tambahan (top up) atau disertai dengan Pembiayaan baru.
    4. KP atau PP untuk pemilikan Properti yang belum tersedia secara utuh diperbolehkan sampai dengan urutan fasilitas kedua dengan pencairan bertahap.

Oleh karenanya penyempurnaan ketentuan ini, diharapkan dapat mendorong fungsi intermediasi perbankan dalam rangka meningkatkan permintaan domestik guna terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi.

Farit MM, praktisi perbankan, pemerhati mengenai property dan Keuangan Keluarga

(sumber Bank Indonesia yang diolah)

Properti Terbaru

Rumah Renov Siap Huni Driyorejo Gre

terbaik
Rp320.000.000,-
Jalan Granit Kumala, Driyorejo, Gresik
Lt/Lb : 84 m2 / 60 m2
Lihat Detail »

TOWN HOUSE FONTANA RESIDENCE TAHAP

850.000.000 (Harga nego)
JL. RAYA KRUKUT NO.9, 15000 Depok, Jawa Barat
Lt/Lb : 96 m2 / 83 m2
Lihat Detail »

Rumah Bukit Tengger Surabaya Barat

terbaik
Rp500.000.000,-
Jalan Bukit Tengger, Kandangan, Surabaya
Lt/Lb : 65 m2 / 65 m2
Lihat Detail »

Dijual Hunian Asri Di Jaksel Bintar

terbaik
Rp 675.000.000,-
Jakarta Selatan Bintaro Ciputat
Lt/Lb : 65 m2 (bangunan) / 65 m2 (bangunan)
Lihat Detail »

Mondoroko Regency Singosari Malang

terbaik
Rp450.000.000,-
Mondoroko regency Malang Singosari, Malang
Lt/Lb : 94 m2 / 80 m2
Lihat Detail »

Rumah Dijual Dibelakang Setraduta -

1.300.000.000 (Harga nego)
Bandung, Jawa Barat
Lt/Lb : 310 m2 / 125 m2
Lihat Detail »

Jual Apartemen Cosmo Residence - Th

1.150.000.000
Jl. Thamrin Boulevard,, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Lt/Lb : / 38 m2
Lihat Detail »